Transmisi truk terutama dikategorikan ke dalam lima jenis: transmisi manual (MT), transmisi otomatis (AT), transmisi manual otomatis (AMT), transmisi kopling ganda (DCT), dan transmisi variabel terus menerus (CVT).
Pergeseran roda gigi dicapai oleh pengemudi yang mengoperasikan kopling dan tuas shift secara manual. Konfigurasi tradisional untuk truk tugas berat ini memiliki struktur sederhana, keandalan tinggi, dan biaya perawatan yang rendah.
Memanfaatkan konverter torsi dan gearset planet untuk pemindahan otomatis, jenis ini cocok untuk kondisi operasi yang kompleks (seperti sering memulai dan berhenti). Namun, efisiensi transmisinya lebih rendah dan biayanya lebih tinggi. Merek yang representatif termasuk Allison.
Jenis ini menggabungkan efisiensi transmisi manual dengan kenyamanan transmisi otomatis dengan menambahkan sistem kontrol elektronik. Saat ini merupakan pilihan transmisi otomatis utama untuk truk, dengan pangsa pasar hingga 70% di Eropa.
Sistem ini menggunakan dua set kopling untuk beroperasi secara bergantian, memungkinkan pergeseran cepat dan pengiriman daya yang lebih konsisten. Namun, teknologinya kompleks dan mahal, dan saat ini hanya digunakan oleh beberapa merek, seperti Volvo.
Sistem ini menggunakan penggerak sabuk baja untuk mencapai transmisi variabel terus menerus, menghasilkan pemindahan yang halus dan konsumsi bahan bakar yang rendah. Namun, ia memiliki kapasitas torsi yang terbatas dan biaya perawatan yang tinggi, membuatnya kurang umum di industri truk.
● Desain multi-gear: Truk tugas berat domestik sering menggunakan transmisi 12 atau 16 kecepatan, yang mengoptimalkan distribusi daya dengan meningkatkan jumlah roda gigi.
● Peningkatan Teknologi: AMT secara bertahap mengganti transmisi manual. Produsen domestik seperti Sinotruk dan Fast telah meluncurkan produk dewasa, dengan kesenjangan harga disempit menjadi sekitar 10.000 yuan.